Mengikuti Jejak Tukang Kuburan, Olyvia Bendon (Bagian 1)

5 months ago Blog95

“Saya tidak mengerti mengapa orang Toraja ingin membunuh saya. Saya tidak pernah menyakiti mereka; malah sebaliknya berbuat baik terhadap mereka.”

-Menyapa Pagi di Peristirahatan Antonie Aris van de Loosdrecht; http://obendon.com

misionaris

Alarm berbunyi tepat pukul 6.00 pagi. Mata masih terpejam, tempat tidur masih terasa empuk. Cepat bersiap untuk janji pagi ini, mengunjungi makam misionaris di Karassik, Rantepao. Olyvia Bendon, jurnalis yang juga seorang blogger, pecinta kuburan tua mengajak kami untuk ikut bersamanya ke tempat Antonie Aris van de Loosdrescht dimakamkan. Cerita masa lalu pun mengiringi langkah kaki kami.

“Di situ banyak simbuang”, ucap Olyvia. Pandanganku mengarah pada bangunan serba hijau di sebelah kiri. “Tapi entah sekarang masih ada atau nggak. Dulunya nyambung sampai ke Rante Karassik, sebelum dibeli Kodim”, lanjut Olyvia Bendon.  Menhir atau simbuang dalam bahasa Toraja merupakan perwujudan status seseorang yang telah meninggal. Hanya dari kelas bangsawan yang memiliki simbuang. Konon, semakin besar dan tinggi simbuangnya, semakin tinggi pula status yang dimiliki.

“Katanya juga di sini ada sumur ya Kak?”, tanyaku sembari menunjuk ke sebuah gedung sekolah, SMU Kristen Rantepao. “Oh iya, dulu jamanku masih kecil suka main di situ. Dulunya ini sekolah kepribadian putri. Mamaku kan ngajar di situ. Ada tangga buat turun ke bawah sumur”, jelasnya. “Ada cerita seramnya tidak Kak?”, pertanyaan yang timbul akibat rasa penasaran akan hal yang berbau mistis. “Nggak ada sih, tapi sayang sebenarnya karna dulu ini bangunan Belanda, bagus, tapi sudah direnovasi total”, dengan nada kecewa. “Tempat duduk jaman Belanda kayak di rumah sakit Elim juga ada dulu, kalau kita duduk terasa dingin.”

Sudah tak nampak papan penunjuk arah menuju Rante Karassik. Jalan agak menanjak dan kecil, tikus terinjak dan kotoran binatang membuat langkah kaki berhati-hati. Pagar besi berwarna abu dan berdinding putih dengan corak batu berwarna hitam terlihat berdiri di sebelah kiri. Sayur bagi ternak tumbuh subur tak beraturan melindungi beberapa kuburan di luar pagar. Kuburan Cina berwarna putih tampak, tanpa tahu siapa yang berbaring di situ. Beberapa kuburan tanpa nama, hampir rata dengan tanah, tak terawat.

“Serasa berada di rumah sendiri”, kata Grace Pongrekun. Untuk pertama kalinya menjejakkan kaki ke pemakaman syahid Injil pertama di Toraja.

Saat Van de Loosdrecht bersama dengan guru Manoempil sedang memeriksa  sejumlah cerita rakyat Toraja di serambi depan rumah guru tersebut, tiba-tiba Buyang muncul dari kegelapan, kemudian menghujamkan tombaknya di bagian jantung  Van de Loosdrecht. Zendeling itu terjatuh ke lantai, mencoba berdiri, dan masih dapat sampai ke tempat tidur. Tetapi dia kehilangan banyak darah. Dia meminta guru Manoempil memanggil controleur, dan guru segera menyuruh seorang pemuda ke Rantepao untuk memanggil pejabat itu. Tetapi di luar sekelompok orang sedang menunggu, dan mereka melempari anak muda itu dengan batu agar kembali ke dalam rumah. Sementara itu, Van de Loosdrecht menyadari bahwa ajalnya sudah dekat. Dia berkata pada guru Manoempil dan istrinya, “Ah, saya selalu mencari yang baik bagi orang Toraja, tetapi sekarang mereka membalas perbuatan saya seperti ini…” Sesudah itu dia memberi perintah agar orang tidak lagi memanggil istrinya. “Sekarang saya ingin berdoa”, demikianlah kata-katanya yang terakhir. Dia melipat tangannya dan menghembuskan nafas terakhirnya. (DR.Bas Plaisier, Menjembatani Jurang, Menembus Batas, 192)

Antonie Aris van de Loosdrecht, meninggal pada tanggal 26 Juli 1917. Ayat alkitab tertulis di makam Loosdrecht, Wahyu 2:10 – Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai  dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia  sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

admin

I’m just me and I accept all of my quirks. An amateur. I like to sing and when it comes to music, I’ll dance to anything with a good beat. A cinephile. I have herpetophobia. I would scream and run out of the room when I saw a gecko, rat or frog.